*Update Informasi: Terbit 22 November 2024*
Penulis
Dian Neni Naelasari, S.Pd., M.Si
Apt. Dewi Natalia Sri Harmoni, M.Farm
Nurmaningsih, M.Pd
Layout & Desain Sampul
Muhammad Zul Amri Izzudin, M.Si
Ukuran
viii + 60 hlm, Uk: 15,5 x 23 cm
ISBN
978-623-8373-34-5
Sinopsis
Peran antibiotik dalam kesehatan hewan sangatlah krusial. Antibiotik merupakan kelompok senyawa kimia yang sangat penting dalam bidang Kesehatan di lingkungan peternakan. penggunaan antibiotik dalam peternakan juga perlu dikelola dengan bijaksana. Kelebihan penggunaan antibiotik dapat menyebabkan resistensi antibiotik pada bakteri, yang dapat mengurangi efektivitas antibiotik tersebut dalam jangka panjang serta mengakibatkan bakteri resisten dapat berpindah dari hewan ke manusia melalui lingkungan dan rantai makanan. Penggunaan antibiotik yang diberikan kepada ternak tidak akan sepenuhnya dimetabolisme dan akan dilepaskan secara langsung melalui feses ternak dengan potensi membawa bakteri resisten. Untuk mengurangi perpindahan atau kontaminasi silang bakteri resisten dari peternakan ke lingkungan di perlukan suatu upaya pengelolaan manajemen limbah kotoran sapi dan perilaku PHBS. Feses merupakan sisa dari proses eksresi yang berbentuk limbah padat dan mengandung air dan unsur hara yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Pemanfaatan limbah kotoran sapi merupakan alternatif yang sangat tepat agar limbah tersebut dapat bermanfaat dan sebagai upaya pencegahan penyebaran bakteri resisten di lingkungan. Menggunakan antibiotik secara bijaksana dan sesuai panduan medis yang tepat dapat membantu meminimalkan dampak negatif terhadap ternak, peternak serta lingkungan sekitarnya. Untuk mencegah penyebaran penyakit dilingkungan peternakan juga perlu diberlakukannya PHBS dilingkungan kerja. Kegiatan-kegiatan tersebut sebagai upaya memberikan dampak yang positif terhadap lingkungan dan Kesehatan Masyarakat.
