*Update Informasi: Terbit 03 Februari 2025*
Penulis
Dr. Yadi Imansyah, S.Pd., M.Or
Layout & Desain Sampul
Muhammad Zul Amri Izzudin, M.Si
Ukuran
vi + 133 hlm, Uk: 15,5 x 23 cm
ISBN
978-623-8373-40-6 (PDF)
Sinopsis
Barapan Kebo merupakan salah satu warisan budaya tradisional yang sangat khas dan identik dengan Suku Samawa di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Sebagai olahraga tradisional yang tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia, Barapan Kebo bukan sekadar ajang perlombaan adu kecepatan kerbau. Lebih dari itu, Barapan Kebo memiliki makna filosofis yang dalam serta fungsi yang signifikan bagi kehidupan masyarakat, baik dalam konteks adat istiadat, sosial, maupun ekonomi.
Warisan budaya ini mencerminkan kekayaan tradisi masyarakat Suku Samawa yang erat kaitannya dengan alam dan kehidupan agraris. Dalam sejarahnya, Barapan Kebo tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen, ajang silaturahmi antarwarga, serta wujud penghormatan terhadap leluhur. Di balik keunikannya, tradisi ini menjadi bukti nyata keberagaman budaya Indonesia yang tumbuh subur dari kekayaan alam dan karakteristik masyarakat lokal.
Melalui upaya pelestarian yang konsisten, Barapan Kebo terus bertahan hingga era modern ini, terbukti sejak diterbitkannya surat keputusan oleh Bupati Sumbawa pada tahun 2005 yang melahirkan ikatan penggemar Barapan Kebo, tradisi ini semakin terorganisasi dan mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Kini, perlombaan Barapan Kebo dapat dinikmati setiap minggunya di berbagai desa dan kecamatan di Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat. Dukungan ini tidak hanya menjaga keberlanjutan tradisi, tetapi juga membuka peluang bagi Barapan Kebo untuk menjadi daya tarik budaya dan pariwisata yang membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Dalam buku Barapan Kebo Suku Samawa: Makna dan Fungsi ini, pembaca diajak untuk memahami lebih dalam tentang filosofi dan peran penting Barapan Kebo bagi masyarakat Suku Samawa. Buku ini mengulas perjalanan tradisi tersebut, mulai dari asal-usul, perkembangan, hingga makna simbolis yang terkandung di dalamnya. Dengan menyoroti nilai-nilai luhur yang melekat pada Barapan Kebo, diharapkan buku ini mampu menginspirasi generasi muda untuk turut melestarikan dan mempromosikan budaya ini ke tingkat yang lebih luas.
